Sumsel Jadi Ikon Kriya Nusa 2026, Kerajinan 17 Daerah Siap Memukau di Jakarta
Sumsel jadi ikon Kriya Nusa 2026 di Jakarta. Kerajinan dari 17 kabupaten dan kota akan tampil, mulai dari wastra, ukiran, anyaman hingga gerabah. (Foto: Istimewa/previews.sriwijayaterkini.id)...

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat kehormatan menjadi ikon dalam gelaran Kriya Nusa 2026 yang akan berlangsung di Jakarta Hall Convention Center (JHCC), Jakarta, pada 26–30 September 2026.
Penampilan Sumsel dalam pameran kerajinan Nusantara tersebut tidak hanya mengandalkan produk kriya, tetapi juga membawa kekayaan budaya dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel ke hadapan pengunjung dari berbagai daerah.
Identitas budaya Bumi Sriwijaya akan menjadi bagian utama dalam konsep dekorasi dan panggung utama Kriya Nusa 2026. Unsur tradisional Bunga Pacik dipadukan dengan sentuhan desain kontemporer untuk menciptakan tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter budaya Sumsel.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel, Feby Herman Deru, menyampaikan bahwa keterlibatan Sumsel menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kriya daerah secara lebih luas.
Para perajin dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel akan membawa produk unggulan masing-masing. Keberagaman tersebut diharapkan dapat menunjukkan kekayaan kerajinan yang berkembang di berbagai wilayah Sumsel.
“Perajin terbaik dari 17 kabupaten dan kota se-Sumsel kami bawa untuk memperkenalkan potensi kriya daerah di tingkat nasional,” demikian disampaikan Feby Herman Deru.
Beragam produk yang akan ditampilkan meliputi Wastra Adat Sumsel, ukiran kayu khas Palembang, kerajinan anyaman, gerabah hingga sejumlah atraksi budaya.
Kehadiran produk-produk tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku kriya Sumsel untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar yang lebih luas. Pameran nasional ini juga membuka peluang bagi perajin untuk memperluas jejaring dan mengenalkan produk unggulan daerah di luar Sumatera Selatan.
Kriya Nusa 2026 Hadirkan 410 Booth
Kriya Nusa 2026 mengusung tema “Cinta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran kerajinan tersebut dijadwalkan diikuti 257 peserta dengan jumlah keseluruhan mencapai 410 booth.
Selain menampilkan produk kerajinan dari berbagai daerah, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan konsep yang lebih interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital.
Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, mengatakan salah satu inovasi yang disiapkan adalah instalasi digital imersif.
Area tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus memperkenalkan seni kriya Nusantara dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Kami ingin menarik pasar anak muda agar mereka bisa lebih mengenal kerajinan Indonesia secara langsung dan interaktif lewat teknologi digital,” ujar Tri Tito Karnavian dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membuat pengenalan terhadap kerajinan Nusantara menjadi lebih menarik dan interaktif, terutama bagi masyarakat yang terbiasa dengan pengalaman visual berbasis teknologi.
Bagi Sumsel, kehadiran di Kriya Nusa 2026 menjadi kesempatan untuk membawa identitas budaya Bumi Sriwijaya ke panggung nasional.
Melalui keterlibatan perajin dari 17 kabupaten dan kota, Sumsel akan memperlihatkan beragam kekayaan kriya, mulai dari wastra, ukiran, anyaman hingga gerabah, sekaligus memperkenalkan potensi budaya daerah kepada pengunjung Kriya Nusa 2026 di Jakarta.(YL)








