Kilang Plaju Kembangkan Sentra ProKlim Jadi Ruang Bersama Indonesia di Palembang
Kilang Plaju kembangkan Sentra ProKlim menjadi Ruang Bersama Indonesia pertama di Palembang untuk edukasi, pemberdayaan dan kegiatan masyarakat. (Foto: Istimewa/previews.sriwijayaterkini.id)...

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kilang Plaju memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, dengan mengembangkan Sentra Edukasi Program Kampung Iklim (ProKlim) RT 12 RW 34 menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Ruang tersebut kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan lingkungan, tetapi juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar, berinteraksi, berkegiatan bersama hingga mengembangkan berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Plaju Ulu menjadi yang pertama diluncurkan di Kota Palembang. Peluncuran dilakukan pada Rabu (30/9/2026) dan dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran pemerintah daerah serta perwakilan Kilang Plaju.
Program RBI merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa maupun kelurahan.
Sebelum dikembangkan menjadi RBI, kawasan tersebut telah berfungsi sebagai Sentra Edukasi ProKlim. Masyarakat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Melalui pengembangan yang dilakukan Kilang Plaju, fungsi kawasan diperluas sehingga dapat menjadi ruang bersama yang mendukung aktivitas sosial dan edukasi masyarakat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi dukungan Pertamina, termasuk Kilang Plaju, dalam menghadirkan fasilitas yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih untuk Pertamina dengan seluruh jajarannya yang sudah memberdayakan masyarakat. Apalagi, kita punya Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang hari ini di-launching,” ujar Ratu Dewa.
Menurut Ratu Dewa, keberadaan ruang bersama tersebut dapat memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi berbagai kegiatan positif di tingkat kelurahan.
Tidak hanya menjadi ruang edukasi dan interaksi, kawasan ProKlim di Plaju Ulu juga memiliki sejumlah kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat.
Salah satunya berupa kolam ikan yang dikembangkan dengan berbagai jenis ikan lokal. Puluhan ribu ikan seperti lele, patin, nila dan gurame dibudidayakan di kawasan tersebut.
Selain perikanan, masyarakat juga mengembangkan tanaman pangan dan berbagai jenis sayuran. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu aktivitas yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Perliansyah, mengatakan pengembangan RBI menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju memperluas manfaat program sosial perusahaan agar dapat dirasakan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami tidak sekadar hadir melalui program yang hanya bisa dimanfaatkan oleh mitra binaan, tetapi juga berupaya menghadirkan ruang yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar. Harapannya, ruang ini bisa menjadi tempat untuk belajar, berinteraksi, sekaligus mengembangkan potensi yang ada di lingkungan setempat,” kata Perliansyah.
Menurutnya, pemanfaatan ruang bersama tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan dan potensi lingkungan.
Pengembangan Sentra Edukasi ProKlim menjadi RBI menunjukkan perluasan fungsi fasilitas yang sebelumnya telah dimanfaatkan masyarakat. Dari yang awalnya berfokus pada edukasi lingkungan, ruang tersebut kini memiliki fungsi yang lebih luas untuk mendukung kegiatan masyarakat.
Ratu Dewa berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Palembang, masyarakat dan Pertamina dapat terus diperluas sehingga program pemberdayaan serupa bisa dikembangkan di wilayah lainnya.
Kilang Plaju juga berkomitmen melanjutkan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi masing-masing wilayah.
Dengan pengembangan RBI ini, ruang publik di Plaju Ulu diharapkan dapat menjadi tempat yang mendorong interaksi masyarakat sekaligus mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, edukasi lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat.(YL)








