Operasi Aman Nusa II Uji Formula X-Fire untuk Pendinginan Karhutla di Ogan Ilir
Satgas Aman Nusa II Polda Sumsel uji formula X-Fire untuk pemadaman dan pendinginan Karhutla di Sungai Rambutan, Ogan Ilir. (Foto: IStimewa/previews.sriwijayaterkini.id) OGAN ILIR,...

OGAN ILIR, SRIWIJAYATERKINI.CO – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus dikembangkan. Satgas Karhutla Operasi Aman Nusa II Polda Sumsel kini mengoptimalkan proses pemadaman dan pendinginan menggunakan formula khusus X-Fire di kawasan Sungai Rambutan, Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir.
Uji coba penggunaan formula tersebut dilakukan pada Kamis (17/9/2026), menyasar areal yang sebelumnya terbakar sekitar 10 hektare. Tim gabungan berhasil melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada luasan yang kurang lebih sama.
Penanganan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan dipimpin Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Indralaya, AIPTU Fitriadi.
Medan yang dihadapi petugas bukan tanpa tantangan. Lokasi kebakaran berada di kawasan rawa dengan kondisi tanah semi gambut. Vegetasi berupa semak belukar dan gelam yang mengering membuat api berpotensi kembali muncul meski permukaan telah berhasil dipadamkan.
Kondisi semakin sulit karena ketersediaan sumber air terbatas. Selain itu, titik kebakaran berada cukup jauh dari akses jalan utama sehingga kendaraan yang membawa perlengkapan pemadaman tidak dapat langsung mendekati lokasi.
Menghadapi situasi tersebut, petugas mengandalkan metode manual dengan mesin pompa jinjing dan tandon air. Air kemudian dicampur cairan khusus X-Fire kode 01 sebanyak 10 jerigen untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Penggunaan formula tersebut membantu petugas menangani area yang sulit dijangkau. Api berhasil dilumpuhkan, sementara pendinginan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara di dalam vegetasi.
Meski demikian, asap tipis masih terlihat di sejumlah titik. Kondisi itu dipengaruhi karakter lahan semi gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas lahan telah padam.
Operasi tersebut melibatkan personel dari berbagai unsur, di antaranya Ditsamapta Polda Sumsel, Polsek Indralaya, Posko Rambutan, Posko Indralaya, Babinsa, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Damkar Ogan Ilir, serta jajaran Polres Ogan Ilir.
Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., mengatakan inovasi dalam penggunaan sarana pemadaman diperlukan untuk menghadapi karakteristik lokasi Karhutla yang berbeda-beda.
Menurutnya, formula X-Fire menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas penanganan, terutama ketika petugas harus bekerja di kawasan rawa dan semi gambut yang sulit dijangkau kendaraan.
“Kami terus mengoptimalkan taktik dan sarana prasarana modern guna memastikan setiap titik api dapat dilumpuhkan secara cepat sebelum meluas, meskipun petugas di lapangan harus menghadapi medan yang cukup menantang,” ujar Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran lahan.
“Kehadiran sinergis TNI-Polri bersama instansi terkait dan masyarakat membuktikan komitmen kuat dalam melindungi lingkungan dari bahaya karhutla. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Penanganan Karhutla di wilayah Ogan Ilir selanjutnya tetap menjadi perhatian Satgas Operasi Aman Nusa II. Pemantauan dan pendinginan diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran, khususnya pada kawasan dengan kondisi lahan semi gambut.(DHO)








