Kebakaran Permukiman Padat di Jalan Jepang Kertapati Palembang, 9 Rumah Kayu Terbakar
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Sembilan rumah semi permanen berbahan kayu di Jalan Jepang RT 05/06 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang hangus terbakar pada Senin sekitar pukul...

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Sembilan rumah semi permanen berbahan kayu di Jalan Jepang RT 05/06 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang hangus terbakar pada Senin sekitar pukul 13.00 WIB.
Akibat peristiwa ini 9 warga kehilangan tempat tinggal yaitu Malik (42), Dino (35), Abu Bakar (75), Masyadi (45), Yuli (40), Roberto (25), Heni (38), Bambang (37) dan Herlina (35).
Saksi Sapei (63) menceritakan saat itu dirinya berada di rumah lalu melihat kepulan asap dari arah rumah Dino.
“Sedang di rumah pak. Lalu saya melihat kepulan asap pak dari rumah Dino,” katanya.
Sapei bersama warga langsung berusaha memadamkan api. Namun karena angin kencang api cepat membesar dan merambat.
“Melihat api yang membesar saya bersama sama warga langsung mencoba memadamkan api pak. Namun karena angin yang kencang api cepat membesar,” ucapnya.
Api kemudian menyambar rumah Heni, rumah Masyadi, rumah Malik, rumah Abu Bakar, rumah Yuli, rumah Bambang, dan rumah Herlina.
“Api cepat sekali menyambar rumah warga di sekitar pak,” ucapnya. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke petugas PBK dan polisi.
Petugas PBK dan unit mobil damkar datang ke lokasi dan dibantu warga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Kertapati Palembang AKP Hermansyah membenarkan kejadian tersebut.
“Benar adanya peristiwa kebakaran tersebut terjadi di permukiman padat penduduk,” ucapnya.
Menurut Hermansyah, setelah mendapat laporan pihaknya langsung ke TKP untuk olah TKP dan mengambil keterangan saksi.
Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. “Asal api diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah warga,” katanya.
Dia menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun 9 warga harus kehilangan rumah,” tutupnya.








