PSEL Palembang Mulai Pembakaran Perdana, Sampah Disiapkan Jadi Sumber Energi Listrik

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Kota Palembang memasuki fase penting setelah pembakaran perdana sampah dilakukan di fasilitas PSEL kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati.
Pembakaran perdana tersebut berlangsung pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Momentum ini menjadi bagian dari rangkaian commissioning untuk menguji kesiapan fasilitas dalam mengolah sampah secara langsung.
Sebelum pembakaran dilakukan, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan sistem pasokan sampah ke fasilitas tersebut.
Sejak 1 September 2026, sebagian sampah yang sebelumnya diarahkan ke TPA Sukawinatan mulai dialihkan secara bertahap menuju fasilitas PSEL di Keramasan.
Pengalihan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bahan baku sekaligus menguji sistem penerimaan sampah yang akan menjadi bagian penting dalam operasional PSEL.
Selama periode 1 hingga 23 September 2026, DLH melakukan pengaturan armada dan ritase pengangkutan. Setiap kendaraan yang membawa sampah ke fasilitas PSEL menjalani proses pemeriksaan, penimbangan, hingga pencatatan tonase.
Data hasil penimbangan menjadi bagian dari evaluasi untuk mengetahui jumlah sampah yang masuk sekaligus mengukur kesiapan sistem suplai dari hulu.
Setelah ditimbang, sampah kemudian diarahkan ke area penerimaan dan bunker. Dari lokasi tersebut, sampah dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate.
Teknologi tersebut menjadi bagian dari sistem yang dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan kandungan energi yang terdapat di dalamnya untuk menghasilkan listrik.
Pengoperasian PSEL tidak hanya berkaitan dengan proses pembakaran. Fasilitas ini juga dilengkapi sejumlah sistem pengendalian dan pemantauan emisi.
Di antaranya terdapat semi-dry deacidification, injeksi karbon aktif, bag filter, serta Continuous Emission Monitoring System (CEMS).
Keberadaan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian dan pemantauan emisi selama proses pengolahan sampah berlangsung.
Pembakaran perdana juga belum menjadi tanda bahwa fasilitas langsung beroperasi secara penuh. Tahapan tersebut merupakan bagian dari commissioning untuk memastikan setiap sistem dan peralatan dapat bekerja sesuai rancangan.
Dalam proses selanjutnya, pengoperasian dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan peralatan, keselamatan kerja, pengendalian emisi, serta sistem pendukung lainnya.
Keberhasilan pengoperasian PSEL juga sangat bergantung pada kesinambungan pasokan sampah. Karena itu, sistem pengumpulan dan pengangkutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fasilitas pengolahan tersebut.
DLH Kota Palembang terus melakukan pengaturan terhadap armada pengangkutan agar ritase dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas PSEL.
Mulai dari pengumpulan di wilayah pelayanan, pengangkutan, penimbangan hingga pencatatan tonase, seluruh tahapan tersebut perlu berjalan secara terintegrasi agar pasokan sampah tetap tersedia.
Dengan pembakaran perdana pada 23 September 2026, PSEL Kota Palembang kini memasuki tahapan lanjutan dalam proses menuju pengoperasian penuh.
Tahapan berikutnya mencakup penyempurnaan commissioning, pengujian berbagai sistem, evaluasi kinerja fasilitas, serta memastikan aspek teknis dan lingkungan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran PSEL diharapkan dapat mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Kota Palembang. Sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan akhir secara bertahap diarahkan untuk diolah dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.
Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak lagi hanya bertumpu pada pola kumpul, angkut dan buang, tetapi bergerak menuju sistem yang mengintegrasikan pengurangan timbulan, pemanfaatan sampah, pengendalian dampak lingkungan hingga pemulihan sumber daya melalui energi.(YL)








