Karhutla Kertapati Capai 43 Kejadian, Herman Deru Minta Petugas Siaga 24 Jam
Herman Deru meninjau Posko Karhutla Kertapati, Palembang. Tercatat 43 kejadian Karhutla hingga 7 September 2026 dan kasus ISPA meningkat. (Foto: Diskominfo Sumsel) PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO –...

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Palembang diperkuat, mulai dari mitigasi, pencegahan hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung Posko Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di Kecamatan Kertapati, Palembang, Senin (7/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan personel sekaligus memastikan sarana dan prasarana penanganan Karhutla berjalan optimal. Wilayah Kertapati menjadi salah satu perhatian lantaran berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Ilir.
Herman Deru menegaskan, seluruh aparatur yang terlibat dalam penanganan Karhutla harus bergerak cepat dan tidak menunggu api membesar.
“Kita sebagai aparatur harus sigap. Mitigasi harus bagus, termasuk memprediksi kemarau panjang dan kondisi kekeringan. Kita juga harus tegas terhadap korporasi yang melanggar,” tegas Herman Deru.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat serta pengawasan di lapangan. Lahan yang tidak terkelola juga diminta menjadi perhatian karena berpotensi menjadi sumber munculnya titik api.
“Jangan sampai lahan terbengkalai dan kemudian menjadi pemicu kebakaran. Kita fokus bekerja di lapangan,” katanya.
Selain persoalan titik api, Herman Deru turut menyoroti dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Ia meminta pelayanan kesehatan dipersiapkan secara maksimal, termasuk kemungkinan membuka layanan selama 24 jam apabila kondisi di lapangan membutuhkan.
Camat Kertapati Rifandi Putra melaporkan, sejak Januari hingga 7 September 2026 tercatat sebanyak 43 kejadian Karhutla di wilayah tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Kramasan. Letaknya yang berdekatan dengan permukiman warga membuat penanganan kebakaran di wilayah tersebut harus dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat.
Dampak kekeringan dan kabut asap juga mulai terlihat dari sisi kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Di setiap puskesmas kecamatan, rata-rata terdapat sekitar 15 hingga 20 pasien ISPA per hari. Kasus tersebut cukup banyak ditemukan pada kelompok usia 5–9 tahun hingga 9–22 tahun.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, fasilitas kesehatan juga telah dilengkapi dengan alat nebulizer sebagai bagian dari penanganan gangguan pernapasan.
Usai memberikan arahan, Herman Deru secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada petugas Posko Satgas Karhutla Kertapati. Ia kemudian meninjau salah satu titik kebakaran yang berada di wilayah berseberangan dengan Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pemerintah daerah pun didorong untuk terus memperkuat koordinasi agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terutama di wilayah yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.(YL)








