10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Alquran, Herman Deru Apresiasi Capaian BKPRMI
10 ribu santri Sumsel dinyatakan bebas buta aksara Alquran. Herman Deru mengapresiasi capaian BKPRMI dalam memperkuat pendidikan Alquran. (Foto: Diskominfo Sumsel) PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO –...

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Tasyakuran Akbar ribuan santri bebas buta aksara Alquran sekaligus Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Alquran sekaligus memberantas buta aksara Alquran di Sumatera Selatan. Dalam kegiatan itu, sekitar 10 ribu santri dinyatakan telah mampu membaca Alquran.
Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang dinilai sebagai prestasi luar biasa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ribuan santri terbebas dari buta aksara Alquran layak menjadi catatan penting dalam perjalanan pendidikan keagamaan di Sumsel.
“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 10 ribu anak kita dinyatakan pandai membaca Alquran. Ini layak menjadi rekor dalam upaya pelepasan buta aksara Alquran di Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), termasuk para ustadz dan ustadzah yang selama ini berperan membantu orang tua dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.
Herman Deru menegaskan, pendidikan pertama dan utama bagi anak tetap berawal dari lingkungan keluarga. Namun, menurutnya, keberadaan ustadz dan ustadzah memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang cerdas, berwawasan luas serta memiliki pemahaman agama yang baik.
“Pendidikan pertama dan utama tetap dari keluarga. Tetapi ustadz dan ustadzah juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk generasi kita,” katanya.
Selain memberikan apresiasi, Herman Deru berpesan kepada para santri agar senantiasa mengingat kasih sayang dan jasa orang tua yang telah memberikan dukungan selama menjalani pendidikan.
Ia meminta para santri untuk terus menghormati dan menyayangi orang tua, sekaligus menghargai para ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu dan membimbing mereka dalam mempelajari Alquran.
“Jangan lupa kasih sayang orang tua kepada kalian. Hormat dan sayangilah orang tua, serta hormati ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu kepada kita semua,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI Sumatera Selatan Ustadz Firdaus, S.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Herman Deru terhadap perkembangan pendidikan Alquran di Sumsel.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan pemberantasan buta aksara Alquran sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi yang berasal dari Palembang, OKU Timur dan Muara Enim.
Kegiatan Tasyakuran Akbar dan Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI tersebut turut dihadiri Bupati OKU Timur H. Lanosin, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indrian, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan serta sejumlah pejabat lainnya.
Capaian 10 ribu santri yang dinyatakan mampu membaca Alquran tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus memperluas gerakan pemberantasan buta aksara Alquran di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan sejak usia dini.(YL)








