Nizam Ditemukan Pagi, Alvito Menyusul Siang Hari, Basarnas Imbau Orang Tua Waspada

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Tim SAR Gabungan menutup operasi pencarian dua siswa SD yang tenggelam di Sungai Musi, sekitar Dermaga 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang Senin (31/8/2026). Kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa bermula Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Lima orang anak warga Rusun Blok 6 Palembang, yakni Arjuna, Leo, Raihan, Alvito Haris Oktarian (10) dan Nizam Alfarizi (8), pergi ke Dermaga 7 Ulu untuk mandi dan berenang di Sungai Musi.
Saat sedang mandi, salah satu anak terseret arus. Upaya pertolongan teman-temannya justru membuat kelimanya ikut terseret. Dua anak, Arjuna dan Leo, berhasil menyelamatkan diri ke tepian. Sementara Raihan, Alvito dan Nizam tenggelam.
Raihan ditemukan pertama kali oleh warga dalam kondisi meninggal dunia pada hari kejadian dan langsung dievakuasi.
Nizam Ditemukan Pagi, Alvito Menyusul Siang
Pencarian dilanjutkan Senin pagi. Korban pertama, Nizam Alfarizi (8), ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB mengapung sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka.
“Pagi ini sekitar pukul 06.20 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Nizam dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian dan selanjutnya langsung kami evakuasi ke rumah duka,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.35 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban kedua, Alvito Haris Oktarian (10). Jenazah Alvito ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian.
“Alhamdulillah, pagi ini sekitar pukul 10.35 WIB Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban atas nama Alvito dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian dan selanjutnya langsung kami evakuasi ke rumah duka,” ujar Raymond.
Dengan ditemukannya Alvito, seluruh korban dalam kejadian tersebut telah berhasil ditemukan. Operasi SAR pun dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian sejak kejadian dilaporkan. Terima kasih juga kepada masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ungkap Raymond.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, BPBD, PMI, dan masyarakat. Pencarian dilakukan dengan metode penyelaman di titik kejadian dan penyisiran permukaan air sejauh 3 kilometer menggunakan kapal RIB dan perahu karet.
Raymond kembali mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan.
“Perairan memiliki potensi bahaya yang tidak dapat diprediksi. Sungai memiliki arus dan kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu sehingga sangat berisiko terhadap keselamatan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menghindari aktivitas mandi atau berenang di sungai, terutama bagi anak-anak,” pungkasnya.








