3 Bocah Terseret Arus di Dermaga 7 Ulu Palembang, 1 Ditemukan Meninggal, 2 Masih Dicari

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Tiga orang bocah dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Musi, tepatnya di sekitar Dermaga 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2026).
Satu orang berhasil ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Kedua korban siswa SD yang masih dalam pencarian itu yaitu Alvito Haris Oktarian (10) dan Nizam Alfarizi (8). Keduanya merupakan warga Rusun Blok 6 Palembang.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, mengatakan informasi kejadian diterima Basarnas Kantor SAR Palembang pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB.
Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi kejadian. Saat ini pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan bersama seluruh unsur SAR Gabungan,” ujar Raymond.
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Lima orang anak, yakni Arjuna, Leo, Raihan, Fito dan Nizam, warga Rusun Blok 6, pergi ke Dermaga 7 Ulu untuk mandi dan berenang di Sungai Musi.
Saat sedang mandi, salah seorang bocah tiba-tiba terseret arus. Melihat kejadian tersebut, teman-temannya berusaha memberikan pertolongan. Namun, kelima anak tersebut justru ikut terseret arus sungai.
Dua orang, yakni Arjuna dan Leo, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Sementara tiga lainnya, yakni Raihan, Alvito dan Nizam, tenggelam.
Tidak lama kemudian, Raihan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh masyarakat.
Sementara Alvito Haris Oktarian dan Nizam Alfarizi hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Dalam operasi SAR tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan personel Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, BPBD, PMI serta masyarakat.
Pencarian dilakukan dengan dua metode, yakni penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta penyisiran permukaan air hingga sejauh 3 kilometer menggunakan kapal RIB dan perahu karet.
Raymond mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas mandi atau berenang di sungai, khususnya anak-anak, karena kondisi arus sungai sangat berbahaya dan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kami akan terus melakukan pencarian sesuai dengan prosedur operasi SAR. Kami juga mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan. Jangan biarkan anak-anak bermain, mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.








