Panen Melon di SAE Rutan Palembang Jadi Bekal Keterampilan Warga Binaan

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Aktivitas pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang kembali menghasilkan panen. Kali ini, tanaman melon yang dibudidayakan melalui program pembinaan kemandirian memasuki masa panen pada Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas I Palembang memanfaatkan lahan SAE sebagai ruang pembelajaran sekaligus tempat bagi warga binaan mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Proses budidaya melon dilakukan secara bertahap. Warga binaan yang terlibat mengikuti sejumlah kegiatan mulai dari penanaman, perawatan, pemeliharaan hingga pemantauan perkembangan tanaman dengan pendampingan petugas.
Memasuki masa panen, tingkat kematangan buah menjadi salah satu perhatian. Melon yang telah memenuhi kriteria kemudian dipetik dan dikumpulkan untuk selanjutnya melalui proses pemilahan berdasarkan kondisi dan kualitas hasil produksi.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan mengenai siklus produksi pertanian. Tidak hanya belajar menanam, mereka juga diperkenalkan pada tahapan perawatan tanaman hingga bagaimana menangani hasil pertanian setelah dipanen.
Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, mengatakan kegiatan pertanian yang dikembangkan di SAE diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis sekaligus membangun sikap kerja bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan seperti budidaya dan panen melon ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam bidang pertanian, tetapi juga belajar mengenai proses kerja, tanggung jawab, ketekunan, serta pengelolaan hasil produksi. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Aris.
Menurutnya, pemanfaatan lahan SAE untuk kegiatan produktif merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Kelas I Palembang. Sektor pertanian dipilih sebagai salah satu sarana untuk memberikan pengalaman kerja yang dapat dipelajari secara langsung oleh warga binaan.
Selain aspek pembinaan, budidaya melon juga mendukung pemanfaatan lahan secara produktif dan pengembangan komoditas hortikultura. Dengan demikian, kegiatan pertanian di SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dapat memahami tahapan pertanian secara lebih menyeluruh, mulai dari mempersiapkan lahan dan tanaman, melakukan pemeliharaan, memantau pertumbuhan, hingga memanen serta memilah hasil produksi.
Rutan Kelas I Palembang selanjutnya berupaya menjaga keberlanjutan program pembinaan tersebut dengan mengoptimalkan berbagai kegiatan produktif di lingkungan SAE. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu modal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Panen melon pada Senin tersebut berlangsung aman dan tertib. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pemanfaatan SAE sebagai ruang pembinaan yang menggabungkan unsur keterampilan, produktivitas dan persiapan kemandirian warga binaan.(YL)








