Feby Herman Deru Apresiasi Batik Pewarna Alami Kampung Batik Madani Lubuk Linggau

LUBUK LINGGAU, SRIWIJAYATERKINI.CO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, mengunjungi Kampung Batik Madani di Kota Lubuk Linggau, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemberdayaan perempuan.
Dalam kesempatan itu, Feby melihat secara langsung proses pembuatan berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik abstrak hingga batik prada. Seluruh tahapan produksi dilakukan secara manual oleh para perempuan pembatik yang mengandalkan keterampilan dan ketelitian tinggi.
Keunikan Kampung Batik Madani terletak pada penggunaan bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan, seperti daun inai dan daun ketapang. Proses pembuatannya pun memerlukan waktu cukup panjang, dimulai dari perancangan motif, perebusan, pencucian hingga pengeringan sebelum menjadi kain batik siap pakai.
Feby mengaku kagum dengan dedikasi para perajin yang mampu menghadirkan produk batik berkualitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami.
“Ini luar biasa. Batiknya cantik, prosesnya ramah lingkungan, dan yang membuatnya adalah ibu-ibu hebat di Lubuk Linggau. Ini harus kita jaga dan kita kembangkan,” ujar Feby.
Selain meninjau proses produksi, Feby juga berdialog dengan para pembatik mengenai teknik pembuatan, tantangan yang dihadapi, ragam motif, hingga filosofi yang terkandung dalam setiap karya yang dihasilkan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap usaha para perajin, Feby membeli sejumlah kain batik hasil produksi Kampung Batik Madani. Menurutnya, batik dengan pewarna alami memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar untuk menjadi identitas khas Kota Lubuk Linggau.
Ia berharap keberadaan Kampung Batik Madani dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Kampung Batik Madani ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan pemanfaatan kekayaan alam, perempuan mampu menggerakkan perekonomian keluarga. Mari kita dukung dan kembangkan bersama,” katanya.
Keberhasilan Kampung Batik Madani dinilai menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, sentra batik tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan Kota Lubuk Linggau sekaligus memperluas pasar batik khas Sumatera Selatan.(YL)








