Cik Ujang Tutup Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026, 1.500 Atlet Adu Kemampuan

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Karate Piala Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari di Gelora Sriwijaya Palembang.
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang hadir sekaligus menutup secara resmi Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026 pada Minggu (20/9/2026). Ajang yang berlangsung sejak Sabtu (19/9/2026) tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah.
Kejuaraan nasional ini menjadi wadah bagi para karateka untuk menguji kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dalam kompetisi olahraga karate berskala nasional.
Dalam sambutannya, Cik Ujang mengingatkan para atlet agar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir pertandingan. Menurutnya, setiap pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan kualitas diri.
“Selama bertanding, jadikan ini motivasi untuk membangun diri agar lebih tumbuh. Setiap pertandingan harus dijadikan pelajaran berharga untuk berlatih lebih giat lagi,” ujar Cik Ujang.
Cik Ujang juga berharap Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026 dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga karate di Sumatera Selatan.
Menurutnya, kompetisi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diperlukan untuk memberikan ruang bagi atlet muda Sumsel dalam mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga kejuaraan ini terus memajukan olahraga karate di Sumsel dan para atlet mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di kancah nasional,” katanya.
Selain memberikan motivasi kepada para karateka, Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026, Rudi Ardiansyah, menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 1.500 peserta.
Para peserta berasal dari tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Selain itu, kejuaraan juga diikuti perwakilan dari tiga provinsi tetangga, yakni Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan menghadapi karateka dari daerah lain.
Rudi menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar perolehan medali. Pembinaan atlet muda menjadi salah satu tujuan penting yang ingin dibangun melalui kompetisi tersebut.
“Target kami bukan hanya sekadar meraih medali hari ini, tetapi juga membina atlet-atlet pemuda agar memiliki fondasi yang kuat. Harapannya, saat melangkah ke Kejurnas mendatang, mereka sudah siap dan mampu menyumbangkan medali,” ungkap Rudi.
Berakhirnya Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026 diharapkan tidak menghentikan proses pembinaan para atlet yang telah mengikuti kompetisi.
Pengalaman selama bertanding di Gelora Sriwijaya Palembang dapat menjadi modal bagi para karateka untuk melakukan evaluasi, meningkatkan kemampuan teknik, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi berikutnya.
Penutupan kejuaraan turut dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta pihak terkait lainnya.
Dengan melibatkan 1.500 peserta dari Sumsel dan sejumlah provinsi tetangga, Kejurnas Open Karate Piala Wagub Sumsel 2026 menjadi salah satu ajang yang mempertemukan para atlet karate sekaligus mendorong pembinaan olahraga beladiri di Sumatera Selatan.(YL)








