PTBA Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat Pengembangan TPS3R

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih terencana dan berkelanjutan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui studi pendahuluan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award dalam bentuk Research & Innovation Project Highlight.
Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap langkah PTBA dalam mengembangkan strategi pengelolaan sampah yang diarahkan agar lebih mandiri, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Penghargaan diserahkan Direktur Waste4Change Consulting Business Anissa Ratna Putri kepada perwakilan PTBA, Site Office & Public Facilities Services Section Head Rizky Rahma Putri dan Office & Facilities Services Section Head Imam Prasetyo.
Penghargaan tersebut diterima pada Kamis, 3 September 2026, di Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan.
Melalui proyek studi pendahuluan dan penyusunan DED TPS3R, PTBA menyiapkan dasar perencanaan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
Konsep TPS3R sendiri menitikberatkan pada upaya mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali material yang masih memiliki nilai guna, serta melakukan proses daur ulang.
Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap langkah perusahaan dalam mengembangkan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan.
“Bagi PTBA, pengelolaan sampah merupakan bagian dari tanggung jawab Perseroan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui studi pendahuluan dan penyusunan DED TPS3R, kami berupaya membangun perencanaan yang lebih komprehensif agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Eko.
Ia menambahkan, pengembangan sistem pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga perencanaan yang matang serta dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Menurut Eko, kemitraan dan inovasi menjadi bagian penting untuk menghasilkan pendekatan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara efektif sekaligus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan. Kami berharap inisiatif yang dikembangkan PTBA dapat terus memberikan dampak positif, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran dan praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” katanya.
PTBA selanjutnya akan terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan terintegrasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung keberlanjutan kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Kami ingin memastikan bahwa aspek lingkungan berjalan seiring dengan keberlanjutan operasional Perseroan. Dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif, PTBA akan terus mencari solusi yang dapat memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkas Eko.(YL)







