Setahun Tak Bisa Bekerja karena Stroke, Zahro Terima Bantuan Pemkot Palembang Lewat Program Palembang Peduli

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kondisi kesehatan yang membuat Zahro tak lagi mampu bekerja selama sekitar satu tahun turut berdampak pada kondisi ekonomi keluarganya. Warga Jalan Harapan, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang, itu kini mendapat perhatian melalui Program Palembang Peduli.
Bantuan disalurkan Pemerintah Kota Palembang pada Kamis (24/9/2026) dengan melibatkan Dinas Sosial Kota Palembang, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, serta jajaran Kecamatan Jakabaring.
Dalam penyaluran tersebut, Zahro menerima sejumlah bantuan berupa kursi roda, paket kebutuhan pokok, serta uang tunai. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung aktivitas Zahro selama menjalani masa pemulihan.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan Program Palembang Peduli diarahkan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit, baik karena persoalan kesehatan maupun keterbatasan ekonomi.
Menurut Dewi, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui upaya memastikan warga yang membutuhkan dapat terhubung dengan layanan sosial yang tersedia.
“Melalui Palembang Peduli, kami berupaya hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan kebutuhan keluarga sekaligus memberikan dukungan bagi warga yang sedang dalam proses pemulihan,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengupayakan agar program tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Palembang.
“Penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin warga yang membutuhkan tidak merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Edison menyebut keberadaan Program Palembang Peduli menjadi bagian dari pelayanan sosial pemerintah kepada masyarakat.
Ia berharap bantuan yang diterima keluarga Zahro dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
“Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan yang mendesak selama kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih,” kata Edison.
Edison juga meminta perangkat pemerintahan di tingkat bawah untuk tidak pasif dalam menemukan warga yang membutuhkan intervensi sosial.
Menurutnya, informasi dari lingkungan menjadi salah satu bagian penting agar pemerintah dapat mengetahui kondisi masyarakat secara lebih cepat.
“Peran RT, RW, lurah dan camat sangat penting dalam menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan. Dengan koordinasi yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, bantuan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Marhama, istri Zahro. Selama suaminya tidak dapat bekerja akibat stroke, ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan gorengan.
Marhama mengaku bersyukur keluarganya mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palembang melalui Program Palembang Peduli.
Bantuan kursi roda juga diharapkan dapat mempermudah aktivitas Zahro, sementara kebutuhan pokok dan uang tunai dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga.
Pemkot Palembang melalui program tersebut terus mendorong keterlibatan pemerintah di tingkat lingkungan untuk mengidentifikasi kondisi warga yang membutuhkan. Koordinasi mulai dari RT, RW, kelurahan hingga kecamatan menjadi bagian penting agar bantuan sosial dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.(YL)







