Tim Mabes TNI Turun Gunung Tangani Karhutla di Muba, Ingatkan Warga Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar

BABAT TOMAN, SRIWIJAYATERKINI.CO – Meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dalam dua pekan terakhir mendapat perhatian serius dari Mabes TNI.
Tim dari Mabes TNI turun langsung ke Kecamatan Lawang Wetan, Senin (14/9/2026), untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan Karhutla di wilayah tersebut.
Penyuluhan dipimpin Brigjen TNI (Mar) Asril Tanjung. Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), termasuk Camat Lawang Wetan, Danramil 401-02/Babat Toman Kapten Inf Haryanto, Kapolsek Babat Toman, perwakilan perusahaan swasta, serta sejumlah personel Tim Sosialisasi Mabes TNI.
Dalam penyampaiannya, Asril menekankan bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, hingga perusahaan dinilai memiliki peran penting untuk mencegah munculnya titik api.
Salah satu perhatian utama adalah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta mencari cara yang lebih aman dan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan pertanian maupun perkebunan.
Warga juga diingatkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lahan yang kering selama musim kemarau. Hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan dinilai dapat menjadi pemicu kebakaran ketika berada di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.
Selain mencegah, masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan titik api maupun dugaan aktivitas pembakaran lahan.
Laporan dapat segera disampaikan kepada aparat terdekat, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun aparat penegak hukum.
TNI menilai Karhutla memiliki dampak yang luas. Bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem, kebakaran juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, hingga berdampak terhadap perekonomian dan kehidupan sosial.
Melalui keterlibatan seluruh unsur tersebut, pencegahan Karhutla di Kabupaten Muba diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko munculnya kebakaran.
Dengan demikian, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.(BOI)







